Yayasan Minhajus Sunnah

Menjadi Insan Pembaharu Yang Berakhlak Mulia

Yayasan Minhajus Sunnah mengadakan kegiatan Kajian Tematik Karyawan (10/03/2023). Kegiatan kajian ini in syaa Allah dilakukan rutin 2 minggu sekali di Masjid Darul Hijrah. Kajian yang disi oleh Ust. Abdurrahman Hadi, Lc. hafidzahullah, ini bertema Menjadi Insan Pembaharu Yang Berakhlaq Mulia.

Ust. Abdurrahman Hadi, Lc. hafidzahullah. Menjelaskan bagaimana menjadi pembaharu yang berakhlak mulia dengan menyampaikan dua sisi Apa itu seorang mujtahid pembaharu, apa sifat-sifatnya dan bagaimana kita mewujudkan dalam muamalah (bersosialisasi) dan akhlak kita.

Adapun diantara sifat seorang Pembaharu (Mujadid) adalah :

1. Mengembalikan citra islam yang indah.
2. Menghidupkan amalan-amalan yang sebelumnya mati/ditinggalkan (sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ).
3. Orang-orang yang mengadakan perbaikan ketika orang lain menjadi buruk.
4. Senantiasa saling menasehati dalam kebaikan.
5. Memiliki keteguhan hati untuk menyebarkan islam.

Kajian ini juga memotivasi karyawan jika bekerja dengan niat yang baik, apabila ada amal yang mulia maka dengan niat yang baik akan mendapatkan hasil yang baik, selain itu niatkan ini untuk sarana menebar manfaat khairunnas anfa’uhum linnas.

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)

Mengajar kebaikan pada manusia dengan apa yang kita bisa kita ajarkan, dan mengajarkan itu dengan ucapan kita dan mengajarkan bisa dengan perbuatan kita, tapi lebih mulia adalah menggabungkan antara ucapan dan perbuatan. 

Ust. Abdurrahman Hadi, Lc. hafidzahullah.  juga menjelaskan Al Mubarok adalah al-amru bil ma’ruf wannahyu ‘anil munkar yaitu memerintahkan yang baik dan mencegah dari yang munkar, kalau mengajak yang baik In syaa Allah ada keberkahan dan kebaikan pada dirinya. Jika seseorang mencegah dari kemungkaran maka disitu ada keberkahan untuk dirinya dan orang lain, karena Allah mengutus para rasul untuk memperbaiki ummat manusia dan Allah tidak jadikan Rasulullah ﷺ dari Raja, tapi Allah subhanahu wata’ala menurunkan wahyu-wahyu dan ilmu-ilmu untuki diamalkan dan disebarkan melalui itulah manusia berubah.

“Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun seseorang yang memperbaharui agamanya” (HR. Abu Daud). 

Allah subhanahu wata’ala akan membangkitkan pada umat ini di setiap awal abad orang yang memperbarui agamanya. Mujaddid artinya adalah orang yang mengembalikan Islam kepada yang asli yang telah banyak tercoreng dan banyak penambahan oleh manusia atau membangkitkan apa yang dahulunya tertimbun yang tidak dibutuhkan manusia ketika menyebarkan agama Islam ini kepada yang lainnya. orang yang mengembalikan kepada Islam yang asli dan menyebarluaskan pada manusia, kemudian bagaimana supaya makna-makna yang ada pada poin-point di atas bisa efektif menyebar maka dibutuhkan Akhlak Yang Mulia, karena seseorang itu kalau ingin memberikan pengaruh kepada yang lainnya kunci utamanya adalah bagaimana dia menjadi Qudwah (teladan). 

Qudwah Hasanah seperti apa yang dilihat dari seorang pemimpin, yang mana ini akan berdampak sangat besar bagi yang mengikutinya. Maka dari itu Amanah yang diemban oleh seorang pemimpin itu berat tapi keutamaannya banyak oleh karena itu dibedakan antara seseorang beramal karena manusia dan beramal supaya ditiru manusia, dibutuhkan akhlak yang mulia  dan tidak ada Nabi maupun Rasul kecuali ciri utamanya adalah berupaya untuk mewujudkan akhlak yang mulia. 

Untuk mewujudkan akhlak yang mulia paling utama yang pertama kata para ulama adalah mendekatkan diri kepada Allah subhanahuwata’ala. dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintah-Nya.
Demikian semoga artikel ini bisa membantu kita semua untuk menjadi diri yang lebih baik dan memiliki akhlak yang mulia, Jazaakumullahu khairan wabaarakallahu fiikum.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *