
Kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ merupakan kalimat tauhid yang menjadi inti ajaran Islam. Banyak hadis Nabi ﷺ menjelaskan keutamaannya, baik sebagai dzikir yang paling agung, sebab masuk surga, pelindung dari neraka, maupun sebagai kalimat terbaik yang dianjurkan menjadi ucapan terakhir seorang muslim sebelum wafat.
Dzikir sebagai Pelindung dari Neraka
Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk memperbanyak dzikir sebagai benteng dari api neraka. Empat dzikir utama:
سبحان الله، الحمد لله، لا إله إلا الله، الله أكبر
Merupakan الباقيات الصالحات, yaitu amal yang pahalanya kekal dan akan menjadi sebab keselamatan seorang hamba pada hari kiamat
Dzikir-dzikir tersebut akan mendahului, menyertai, dan menjadi penyelamat pemiliknya pada hari kiamat.
Lā Ilāha Illallāh Sebab Masuk Surga
Tauhid merupakan sebab terbesar seseorang memperoleh surga.
Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، ثُمَّ مَاتَ عَلَى ذَلِكَ، إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa tauhid adalah sebab terbesar masuk surga. Namun hal itu tidak berarti membolehkan maksiat, karena pelaku dosa besar tetap berada di bawah kehendak Allah; Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menghukum siapa yang Dia kehendaki.
Dzikir Ketika Menghadapi Kesulitan
Nabi ﷺ mengajarkan doa ketika mengalami kesusahan.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Dalam riwayat Ali رضي الله عنه disebutkan pula:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللّٰهِ وَتَبَارَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dzikir ini merupakan doa yang dianjurkan ketika menghadapi kesempitan, kesedihan, dan berbagai musibah.
Tauhid Memudahkan Sakaratul Maut
Kitab menjelaskan bahwa orang yang bertauhid akan dimudahkan ketika ruhnya dicabut.
Disebutkan atsar dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه:
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، فَإِنَّ نَفْسَ الْمُؤْمِنِ تَخْرُجُ رَشْحًا، وَنَفْسُ الْكَافِرِ تَخْرُجُ مِنْ شِدْقِهِ كَمَا تَخْرُجُ نَفْسُ الْحِمَارِ
Seorang mukmin memperoleh kemudahan saat sakaratul maut, sedangkan orang kafir mengalami pencabutan ruh yang sangat berat.
Kalimat Terakhir Sebelum Wafat
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Karena itu disunnahkan melakukan talqin kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut agar kalimat terakhir yang diucapkannya adalah Lā Ilāha Illallāh.
Tauhid Harus Disertai Syahadat kepada Rasulullah ﷺ
Penulis kitab memberikan penjelasan penting bahwa hadis-hadis yang hanya menyebut Lā Ilāha Illallāh tidak boleh dipahami terpisah dari syahadat kepada Rasulullah ﷺ.
Beliau menjelaskan bahwa seseorang tidak dianggap masuk Islam kecuali dengan dua kalimat syahadat:
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا رسول الله
Karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Kesimpulan
Dari hadis-hadis yang dibahas dapat disimpulkan beberapa pelajaran penting:
- Lā Ilāha Illallāh adalah dzikir paling agung dan fondasi agama Islam.
- Empat dzikir (سبحان الله، الحمد لله، لا إله إلا الله، الله أكبر) termasuk الباقيات الصالحات yang pahalanya kekal hingga hari kiamat.
- Tauhid yang benar merupakan sebab terbesar masuk surga dan keselamatan dari neraka.
- Dzikir tauhid menjadi penolong ketika menghadapi kesulitan serta memudahkan seorang mukmin saat sakaratul maut.
- Seorang muslim dianjurkan agar kalimat terakhirnya adalah لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ.
- Keutamaan-keutamaan tersebut hanya berlaku bagi orang yang merealisasikan tauhid dengan ikhlas, beriman kepada Rasulullah ﷺ, menjauhi syirik, serta berusaha istiqamah dalam amal saleh.